Anda Perlu Cinta, Kejarlah Apa yang Anda Cintai, Uang Bukanlah Ukuran untuk Kebahagiaan Anda

Mei 17, 2008

Anda perlu cinta untuk hidup. Anda perlu mencintai hal yang memang Anda sukai. Apalah arti hidup berlimpah harta jika Anda tak memiliki cinta.
Apa Anda pernah berpikir, jika Anda bisa diberi kesempatan untuk kaya, uang berlimpah, banyak hal dengan mudah Anda beli, tapi tidak ada orang yang Anda cintai disamping Anda, keluarga Anda mungkin, kekasih Anda mungkin… Semua terasa hambar. Anda tak bisa berbagi kebahagiaan dengan mereka. Anda akan merasakan sepi.
Kini terpikirkah bahwa cinta sangat perlu dihadirkan dalam kehidupan kita, ditengah-tengah keluarga kita, teman-teman kita, lingkungan kita. Pernahkah Anda memperhatikan perasaan anak-anak Anda jika seandainya Anda begitu sibuk mementingkan pekerjaan Anda. Bagaimanakah watak mereka nantinya jika Anda begitu kurang memberikan cinta dan kasih sayang pada mereka. Maka sangat penting bagi kita untuk meluangkan waktu untuk berbagi di dalam keluarga.
Hal yang begitu penting untuk Anda perhatikan juga adalah Anda perlu mendengar kata hati Anda. Apakah Anda merasa nyaman dengan apa yang Anda kerjakan sekarang? Ingat sebenarnya kesuksesan bukanlah diukur dari seberapa banyak harta yang kita miliki. Tapi seberapa optimalkah Anda memanfaatkan potensi yang benar-benar Anda cintai. Ok, untuk mencapai sukses yang sejati, kita harus bisa menentukan apa bidang kita, minat kita, hal yang benar-benar kita cintai untuk dikerjakan. Jika Anda sudah memiliki pilihan sesuai nurani Anda, minat Anda maka sewaktu Anda mengerjakannya, Anda tidak akan pernah merasa terbebani. Jadi kejarlah apa yang Anda cintai. Uang, harta hanyalah buah dari kecintaan Anda terhadap apa yang Anda kerjakan. Sekali lagi uang bukanlah jaminan untuk Anda bisa bahagia. Kesuksesan dan Kekayaan akan selalu mengikuti cinta Anda.


Membuat Afirmasi

Mei 3, 2008

Pernahkah Anda mendengar kata “Afirmasi”? Ya, dengan Afirmasi hal yang bernilai negatif bisa kita balikkan menjadi bernilai positif dan ini akan sangat membantu kita untuk bangkit dan mengobarkan api semangat lagi. Kadang orang mengeluh “Ah aku telah membuat kekacauan lagi, mungkin aku memang tidak mampu untuk mengerjakannya.” Akhirnya putus asa pun terjadi. Sebenarnya kata-kata tersebut bisa kita balikkan. “Mungkin aku telah membuat kesalahan, wajarlah kiranya sebagai manusia aku berbuat khilaf. Yang penting aku sudah mengerti kesalahanku dan aku akan memperbaiki kerjaku. Esok pasti akan lebih baik.” Nah, dengan begini kita bisa mengobarkan kembali semangat kita untuk lebih baik, lebih sempurna sesuai yang kita harapkan. Buatlah afirmasi berulang-ulang dan Anda akan merasa lebih baik. Namun jangan sampai kelewatan dalam mengartikan afirmasi. Jika Anda memberikan nilai “wajar” terus-terusan pada kesalahan Anda dan Anda tidak mencoba memperbaikinya, justru Anda akan sangat merugi. Anda tidak akan mendapatkan kemajuan.