Virus Pembatasan Diri

Jangan pernah kita beralasan, “saya memiliki kekurangan dan kekurangan itulah yang mengahalangi saya untuk berhasil, kaya, hidup enak dan hidup bebas”. Coba kita balikkan persepsi itu. Orang-orang sukses di dunia ini bukanlah orang yang sibuk merenungi kekurangannya. Justru mereka yang sukses adalah mereka yang termotivasi oleh kekurangannya itu. Survey membuktikan bahwa para pengusaha yang sukses saat ini adalah mereka yang memiliki background kehidupan yang serba kekurangan. Dari segi pendidikanlah, ekonomi keluarga, kesehatan dan lain sebagainya. Sebenarnya mereka begitu menikmati cambuk kekurangan itu. Kita akan bisa melihat bahwa mereka sebenarnya memiliki ‘willingness to success’ .Tuhan hanya akan mengabukan keinginan umatnya jika memang umatnya punya hasrat dan bersikeras untuk mendapatkannya. Kalau memang kita berhasrat pasti kita akan berani melakukan apa saja, apapun konsekuensinya asal kita bisa sukses (selama dalam jalur yang benar tentunya).

Dalih Anda tentang kekurangan Anda adalah hal yang akan menutupi kelebihan ataupun potensi Anda. Coba kita rubah paradigma kita mengenai kekurangan kita. Kekurangan ini bisa bernilai negatif bila kita pasrah dan menganggap ini sebagai beban. Justru kekurangan ini sebetulnya bisa bernilai positif jika kita mau mensyukurinya. Kita lihat saja para pelawak contohnya, orang bilang mungkin mereka (maaf) punya kekurangan dalam hal tekstur tubuh mereka, tapi mereka mampu membalikkan hal yang bernilai negatif ini menjadi hal yang mampu mereka jual dengan nilai tinggi. Dan mereka kaya dari kekurangan mereka. Anda pun pasti bisa mencoba membalikkan nilai dari kekurangan Anda.

Sukses adalah pilihan bukan paksaan. Kalau memang Anda memilih sukses coba kikis dalih-dalih Anda tentang kekurangan Anda. Tapi kalau Anda memang malas untuk sukses, ratapi kekurangan Anda dan Anda tak kan pernah melihat potensi Anda. Jadi yang sebenarnya membuat kita terpuruk ya tidak lain adalah diri kita sendiri, tinggal kita mau berubah atau tidak.

Tinggalkan Balasan