Kesuksesan ataupun Kegagalan seseorang bukanlah dipengaruhi oleh kondisi. Justru sebenarnya semua itu dipengaruhi oleh reaksi atas kondisi tersebut. Walaupun mungkin saat ini kondisi Anda sedang susah dan berada di bawah bukan berarti Anda telah divonis untuk menjadi oarang gagal. Bukan seperti itu. Yang sangat perlu Anda lakukan adalah segera bangkit dan bertindak untuk mencapai atas lagi. Jika kondisi kita mampu kita ubah menjadi motivasi untuk bangkit itu jauh lebih baik daripada meratapinya saja. Kebanyakan orang sukses berawal dari kalangan bawah. Tapi mereka justru mampu menjadikan kondisinya itu sebagai dorongan untuk mendapatkan hidup lebih baik. Mereka menyadari bahwa mereka telah merasakan pahit dan mereka tidak mau merasakannya selamanya. Tentu saja mereka akan segera mengambil langkah untuk mencapai manisnya kesuksesan.
Paradigma dalam Memandang Masalah
April 4, 2008Setiap orang tentu punya masalah. Kalau masalah kita digambarkan dengan kurva, dari kita dilahirkan sampai remaja, dewasa, tua maka kurvanya akan selalu menanjak naik… itu konsekuensi hidup. Semakin tua akan semakin banyak masalah yang kita hadapi. Dari sekian manusia di bumi ini, dalam memandang masalah manusia-manusia ini terbagi menjadi tiga bagian:
- Manusia yang memandang masalah sebagai BENCANA. Manusia yang seperti ini yang perlu mendapat perhatian. Mentalnya lemah. Jadi ketika ia menghadapi sebuah masalah ia akan mencoba lari dari masalah itu. Kalau secara logika, jika kita lari dari masalah, maka masalah kita akan semakin menumpuk, bertambah banyak dan besar akhirnya memberatkan pikiran kita dan nantinya akan membuat kita tak berdaya…
- Manusia yang memandang masalah sebagai TANTANGAN. Manusia ini tidak akan lari. Ia merasa tertantang jika ia menghadapi masalah. Jika masalah ini mampu ia hadapi dan ia mampu menyelesaikannya dengan sempurna maka akan ada rasa kepuasan di dalam batinnya.. Tapi akibatnya jika kita cepat puas maka ada kalanya kita lengah karena terlalu sibuk dengan kepuasan kita, siapa tahu badai besar akan datang di belakang kita sedang kita tidak bersiap untuk menghadapinya…….
- Manusia yang memandang masalah sebagai PELUANG. Intinya manusia ini mau menerima setiap masalah dengan ikhlas dan mampu mengambil pelajaran dari masalah ini sehingga ia akan terhindar dari masalah yang sama kelak. Ia menyadari bahwa setiap masalah pasti ada jawabannya dan disaat keadaannya terpojok sehinga ia hampir tak mampu bergerak lagi, maka disaat itu pula gelombang badai masalah akan berbalik. Ia berpikir bahwasanya dengan mendapat masalah ia akan merasa untung karena ia mendapatkan ilmu baru yang akan mendewasakan dia, membuat ia kuat dan lebih dari yang sekarang..
Tipe Apa Diri Kita?
April 4, 2008Di sebuah pertemuan penting dengan para Manajer dan calon Manajer di suatu perusahaan asing, saya menemukan ilmu yang sangat berharga. Ilmu yang tertanam dalam sebuah filosofi, bahwasanya ada beberapa tipe manusia:
- Tipe Elang: orang ini seperti elang yang selalu terbang sendiri di angkasa luas. Berani ambil tantangan karena di langit, semakin ke atas tekanan udara semakin besar, anginya semakin kencang. Ia tak peduli dan bisa mengalahkan itu semua karena ia mampu menerima berbagai terpaan sehingga menjadikan tubuhnya kuat. Ada manusia yang seperti ini juga, disaat banyak masalah menimpanya ia tak terlalu ambil pusing, terus berusaha pantang menyerah. Mau menerima berbagai cobaan dan tantangan karena ia tahu ini yang akan membuatnya semakin kuat, kokoh, tegar dan tak terkalahkan.
- Tipe Ayam: pernahkah Anda perhatikan bahwa ayam hanya akan berusaha terbang jika ia berada dalam kondisi terpojok. Jika kondisi aman ia tak akan pernah mau terbang dan hanya berjalan-jalan lenggang kangkung. Ada juga manusia seperti ini, ia hanya akan berusaha sekuat tenaga dan ia akan berpikir ketika ia menghadapi kesulitan.
- Tipe Kalkun: Wah… kalau yang satu ini mau kita tangkap iapun hanya diam saja..nunggu dipotong terus dimasak. Ada kok orang yang bener-bener pasrah tenggelam dalam kondisi yang ia hadapi saat ini, tak tahu harus bagaimana, Cuma diam tidak mau berusaha memperbaiki hidup.. kalau sudah seperti ini ya sudah parah namanya…
Bisakah Merubah Nasib?
April 4, 2008“Ugh ini udah nasibku”. Benarkah pernyataan ini? Benar! Lalu apa itu nasib? Coba Anda pikir. Nasib memang tak bisa dirubah. Yang bisa dirubah hanya prosesnya. Ya, proses untuk pencapaian nasib itu sendiri. Mau bagus atau jelek nasib kita sebenarnya bermula dari pola pikir. Pola pikir yang positif akan membawa kita ke nasib baik. Karena dari pola pikir positif ini reaksi yang akan kita lakukan berupa perbuatan akan bernilai positif juga. Kemudian perbuatan ini akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan ini yang nantinya akan membentuk watak. Contoh jika kebiasaan kita suka menunda-nunda pekerjaan atau malas-malasan maka watak kita akan menjadi pemalas. Dari watak ini kita akan terbawa ke nasib kita sesungguhnya. Tidak ada kata terlambat untuk merubah proses ini jika kondisi kita sekarang lagi bad. lakukan evaluasi atas semua ini. Buat proses baru yang lebih bermakna positif. Salam Sukses!
Virus Pembatasan Diri
April 4, 2008Jangan pernah kita beralasan, “saya memiliki kekurangan dan kekurangan itulah yang mengahalangi saya untuk berhasil, kaya, hidup enak dan hidup bebas”. Coba kita balikkan persepsi itu. Orang-orang sukses di dunia ini bukanlah orang yang sibuk merenungi kekurangannya. Justru mereka yang sukses adalah mereka yang termotivasi oleh kekurangannya itu. Survey membuktikan bahwa para pengusaha yang sukses saat ini adalah mereka yang memiliki background kehidupan yang serba kekurangan. Dari segi pendidikanlah, ekonomi keluarga, kesehatan dan lain sebagainya. Sebenarnya mereka begitu menikmati cambuk kekurangan itu. Kita akan bisa melihat bahwa mereka sebenarnya memiliki ‘willingness to success’ .Tuhan hanya akan mengabukan keinginan umatnya jika memang umatnya punya hasrat dan bersikeras untuk mendapatkannya. Kalau memang kita berhasrat pasti kita akan berani melakukan apa saja, apapun konsekuensinya asal kita bisa sukses (selama dalam jalur yang benar tentunya).
Dalih Anda tentang kekurangan Anda adalah hal yang akan menutupi kelebihan ataupun potensi Anda. Coba kita rubah paradigma kita mengenai kekurangan kita. Kekurangan ini bisa bernilai negatif bila kita pasrah dan menganggap ini sebagai beban. Justru kekurangan ini sebetulnya bisa bernilai positif jika kita mau mensyukurinya. Kita lihat saja para pelawak contohnya, orang bilang mungkin mereka (maaf) punya kekurangan dalam hal tekstur tubuh mereka, tapi mereka mampu membalikkan hal yang bernilai negatif ini menjadi hal yang mampu mereka jual dengan nilai tinggi. Dan mereka kaya dari kekurangan mereka. Anda pun pasti bisa mencoba membalikkan nilai dari kekurangan Anda.
Sukses adalah pilihan bukan paksaan. Kalau memang Anda memilih sukses coba kikis dalih-dalih Anda tentang kekurangan Anda. Tapi kalau Anda memang malas untuk sukses, ratapi kekurangan Anda dan Anda tak kan pernah melihat potensi Anda. Jadi yang sebenarnya membuat kita terpuruk ya tidak lain adalah diri kita sendiri, tinggal kita mau berubah atau tidak.
Ditulis oleh kuncisukses
Ditulis oleh kuncisukses
Ditulis oleh kuncisukses



